Pages

Jumat, 31 Oktober 2014

Film SALAH BODI



Sinopsis
Farhan (Zhi Malik) lahir dengan jenis kelamin perempuan dengan nama Andin. Perlakuan bapaknya, Lestar Tobing (Asrul Dahlan), yang pengen banget punya anak cowok untuk meneruskan marga Tobingnya telah membuat Andin tumbuh dan bertransformasi menjadi seorang pria sejati. Tak ada yang tahu bahwa Farhan yang kerja sebagai disainer grafis itu sejatinya seorang perempuan. Hal itu yang membuat tiap kali Farhan pacaran, ia enggan berhubungan terlalu jauh. Karena tidak mau pacarnya kecewa, Farhan selalu memutuskan hubungan di tengah jalan.

Tapi hatinya kemudian tertambat pada perempuan cantik, seorang sutrada, bernama Inong (Miqdad Addausy). Cintanya begitu tulus pada Inong. Lantas apa jadinya bila Inong tahu bahwa sebenarnya Farhan adalah seorang pria? Kenapa Farhan kemudian nanti kecewa sama Inong? Siapa Inong sebenarnya?

SAKSIKAN FILM "SALAH BODI"
DI BIOSKOP-BIOSKOP XX1 KESAYANGAN ANDA!

MULAI 20 NOVEMBER 2014

RUGI KALO SAMPE KELEWATAN!

TRAILER FILM 'SALAH BODI'
 https://www.youtube.com/watch?v=19G5A8bHvvs

Sabtu, 09 Agustus 2014

DISINI ADA TUYUL


BEBEK BUMBU CABE CINTA

Sinopsis
FTV SCTV
Cerita & Skenario: Rindu Rindang Cintakami
Produksi: FRAME RITZ 2014

BEBEK BUMBU CABE CINTA
Remake dari judul lama: BIDADARI KECEBUR EMPANG
Oleh: Rindu Rindang Cintakami

ALYA marah besar lantaran salah satu bebek yang diangon ditabrak sama mobilnya ZACKY. Nggak terima cowoknya kena semprot, Mutya yang juga ada di dalam mobil membela pacarnya, membalas marah sama Alya. “Bebek lu aja yang nggak punya pikiran!” Alya nyolot, “Kalo bebek gue punya pikirin, pastinya bebek lu udah gantiin lu jadi pacar cowok lu itu! Jelas-jelas bebek-bebek gue lebih cakep dari lu!” Zacky memisahkan pertengkaran kedua bebek, eh maaf, kedua cewek itu. Zacky menarik Mutya ke dalam mobil, berbisik, “Tukang angon bebek aja kamu ladenin.”

Peristiwa yang aneh dan menyebalkan itu rupanya berdampak ‘sesuatu’ pada Zacky. Aneh, kenapa Zacky pengen banget datang lagi ke kampung itu lagi. Alasannya hanya satu, mau ketemu sama Alya, si tukang angon bebek yang cantik. Agar tidak dicurigai Mutya, Zacky mengajak RASYA sahabatnya, pura-puranya lagi mengen survey mencari lahan bisnis apa yang akan ia jalani untuk masa depannya nanti sama Mutya. Jelas aja dong, Mutya demen dan memberikan restu pada cowok yang dianggap calon suaminya itu. Bertandanglah Zacky dan Rasya ke sebuah desa nan indah, menghijau, gemah-ripah loh jinawi. Ketika mobilnya berhenti di pinggir sawah, ada suara Alya teriak memaggil Zacky. Spontan Zacky sumringah, “Liat, Sya. Berarti tuh cewek juga kangen sama gue. Baru sampe aja, gue langsung dipanggil.” Ternyata Alya datang dengan marah, “Liat tuh! Bebek gue kelindes mobil lu!” Ngok-ngok. Zacky sungguh-sunguh minta maaf, sambil kemudian menyampaikan niatnya bertemu sama Alya adalah ingin belajar bagaimana berternak bebek. Pasalnya Zacky pengen membuka usaha restoran bebek. Alya yang basically baik mengabulkan permintaan Zacky. Maka sejak saat itu Zacky kerap pergi dari Mutya dengan alasan bisnis baru, padahal datang ke kampungnya Alya, belajar berternak bebek sambil beternak cinta di hati Zacky buat Alya. Zacky bener-bener nggak nyana, mulanya ia hanya iseng-iseng aja buat ngusir jenuhnya pacaran sama Mutya, eh malah lama-lama Zacky cinta beneran sama Alya. Nah lho, gimana tuh?

Mutya yang makin ngerasa sering dianggurin Zacky mulai kepo, sebenernya Zacky itu mau bisnis apa sih? Kok udah sekian lama, nggak nongol juga tuh bisnis barunya. Selidik punya selidik, Mutya dibuat terbelalak, karena dia melihat Zacky kerap datang ke sebuah kampung buat bertemu sama Alya. Tanpa teden aling-aling, dan tanpa Zacky tahu, Mutya langsung mendatangi rumah Alya, marah hebat! “Kamu tau nggak siapa gue!? Gue ini anak yang punya peternakan bebek yang paling gede di kampung ini! Jadi bebek-bekek saben hari lu angon itu punya bapak gue! Kalo sampe besok gue liat lu masih deket sama Zacky, lu akan dipecat!” Ultimatum ini berat buat Alya. Dia nggak mau kehilangan pekerjaan. Ini semua demi ibunya yang janda dan adik-adiknya yang masih sekolah. Semenjak ayahnya meninggal, harta-benda habis buat ngebiayain pengobatan ayahnya selama sakit, Mutya terpaksa putus kuliah, mencari pekerjaan yang cepat, yaitu tukang angon bebek. At least sesuai lah sama kuliahnya dulu, jurusan peternakan.

Imbasnya langsung ke Zacky yang tak lagi dapat tanggapan baik dari Alya. Bahkan Alya minta Zacky untuk mencari peternakan bebek yang lain saja. Zacky terus mendesak Alya, kenapa tiba-tiba begini, ada apa ini. Alya nyeplos, “Aku nggak mau hubungan kamu sama Mutya rusak gara-gara aku!” Jreng! Zacky tau penyebabnya. Zacky marah sama Mutya yang dianggap telah merusak hubungan baik Zacky dengan Alya, padahal Zacky benar-benar lagi merintis bisnis restoran bebek. “Kalo mau buka restoran bebek, kenapa nggak kerjasama sama papa aja! Kamu kan tau, papa punya peternakan bebek yang besar!” Alasan Zacky, dia nggak mau dapat belas kasihan dari calon mertua. “Nggak mau kerjasama sama papa, tapi kamu kerjasamanya sama Alya! Alya itu kan salah satu pekerja di peternakan bebek punya papa!” Zacky melengos, “Diiih, mana aku tau!” Terus uring-uringan tiap kali ketemu membuat hubungan keduanya renggang!

Biar nggak disangka datang ke kampung itu buat dekatin Alya, maka Zacky beneran membuat rumah makan kecil yang ia beri nama ‘Bebek Bumbu Cabe Cinta’. Kenapa namanya seperti itu? Begini: Mulanya Zacky bingung, apa varian baru buat masakan bebek. Karena di mana saja banayk rumah makan menyajikan menu bebek. Hasil diskusinya sama Alya, Alya menawarkan cabe bikinannya, yang pedasnya sangat menggugah selera. Karena bumbu cabe itu temuan Alya sendiri, ia menamai ‘Cabe Cinta’. Lantas keduanya sepakat menamai rumah makan Zacky itu dengan nama ‘Bebek Bumbu Cabe Cinta’. Saat pembukaan Zacky mengundang Rasya dan semua teman-temannya. Alya pun didandani cantik dengan maksud hati ingin diperkenalkan sebagai pemilik bumbu cabe cinta. Sayangnya acara pembukaan rumah makan ini jadi chaos dengan kedatangan Mutya. Pertama: Mutya marah karena nggak diundang! Padahal sebenarnya diundang. Salah pembokatnya yang membuang surat undangan itu ke sampah,habisnya jatuh di halaman. Kedua: Di peresmian itu masih ada Alya! Mutya menarik Alya yang hampir diperkenalkan oleh Zacky, dan mendorongnya. Gubrak! Alya jatuh! Keduanya berantem hebat! Petugas keamanan melerai. Dan yang mengagetkan buat Mutya adalah, Zacky justru minta Mutya buat pergi dari acara ini!

Setelah kejadian itu, kedua orang tua Zacky marah besar, pasalnya telah memalukan Mutya di muka umum. Di sini baru diketahui ternyata Zacky dan Mutya besok sebenarnya mau lamaran. Gara-gara kejadian itu, saat Zacky dan keluarganya datang ke rumah Mutya, orang tua Mutya mendapati kamar Mutya kosong! Mutya kabur! Orang tua Zacky semakin marah, hukumannya adalah memblokir semua tabungan dan kartu kredit Zacky, dan menutup usaha Rumah Makan ‘Bebek Bumbu Cabe Cinta’ yang baru berdiri 1 hari! Zacky kelabakan, terpaksa ngutang uang sama RASYA untuk kebutuhan hidupnya. Zacky kemudian mempertanyakan kepada orang tuanya kenapa mereka memperlakukannya seperti itu. Nyokap Zacky bilang, kalo Zacky tidak mau mencari Mutya sampai ketemu dan meminta maaf terus kembali lagi sama Mutya, mereka tidak akan memberikan fasilitas apa-apa sama Zacky. “Kamu tau, Zacky, papa bisa sukses seperti sekarang ini karena dulu dibantu sama papanya Mutya!”

Zacky dalam situasi yang sulit. Ia baru tahu, karena sejarah itulah selama ini Mutya begitu dominan dan cenderung menyebalkan. Mutya sering semena-mena dan bahkan kerap nggak menghargai Zacky sebagai pacarnya karena Mutya ada di atas angin, bapaknya Zacky berhutang budi sama bapaknya Mutya! Lantaran males-malesan nyari Mutya, ya tetep aja Mutya nggak ditemukan. Sementara itu, Mutya yang sebenarnya ada di sebuah villa di desa tempat bapaknya punya peternakan bebek yang besar, sebel banget, karena udah berhari-gari Zacky nggak mencari dirinya. Zacky lebih tertarik membantu Alya ngangon bebek, lumayan lah daripada nggak ada penghasilan juga. Biarpun Rasya kasih pengertian ke Zacky, agar Zacky kembali sama Mutya, tetap saja Zacky nggak perduli. Mutya mengendus Zacky dan Alya yang semakin lengekt saja. Puncak kemarahan Mutya adalah, mendatangi Zacky dan Alya yang lagi berdua di pinggir sawah ngangon babek, lantas mendorong Alya jatuh ke lumpur! Mutya tak nyadar, bahwa lumpur itu dalam, sehingga Alya kesulitan naik dan semakin tenggelam! Untungnya Alya bisa diselamatkan setelah Zacky membantu Alya dengan susah-payah. Mutya masih saja mengingatkan Zacky, bahwa kalo tidak ada orang tuanya Mutya, maka mungkin saat ini keluarga Zacky hidup miskin! Peristiwa itu menyadarkan Alya untuk menjauhi Zacky selama-lamanya.

Zacky pasrah, menerima kembali permintaan orang tuanya buat melamar Mutya. Dan terjadilah lamaran itu. Akan tetapi, saat hendak terjadi tukar cincin, Zacky tak jadi memasukan cincin ke jari manis Mutya. Dia berani bicara, Zacky menggagalkan tunangan ini! Zacky bicara semuanya tentang tabiat Mutya yang begitu semena-mena, dominan, dan sering merendahkan Zacky, hanya karena bapaknya Zacky berhutang budi sama bapaknya Mutya. Zacky pergi. Semua mengejar. Mutya lari paling kencang mengejar Zacky. Pas di tengah jalan, sebuah mobil hampir saja mencelakai Mutya, untung saja ada Zacky yang berbalik arah lantas menyelamatkan Mutya. Mutya selamat, Zacky celaka! Zacky dilarikan ke rumah sakit, koma beberapa hari. Ketika Zacky siuman, ada sosok Mutya dengan setia menunggu di sampingnya. Semua peristiwa ini menyadarkan Mutya untuk menjadi perempuan yang lebih baik, menyadarkan Mutya bahwa cinta Zacky bukan buat Mutya, tapi buat.. Mutya menghadirkan Alya buat Zacky. Mutya memberikan Zacky untuk Alya. “Kamu Alya yang lebih berhak berbahagia sama sama Zacky. Bukan aku.” Mereka semua bahagia. Mereka bertiga pun menjalankan Rumah Makan ‘Bebek Bumbu Cabe Cinta’.

Selesai.

Tangerang Selatan, 27 Januari 2014
Rindu Rindang Cintakami


Terimakasih Tuhan Atas Segalanya

CINTAKU SEMANIS DODOL KURMA

Sinopsis
FTV SCTV Special Ramadhan
Cerita: Ryanhasanin
Skenario: Rindu Rindang Cintakami
Produksi: FRAME RITZ 2014

CINTAKU SEMANIS DODOL KURMA
By: Rindu Rindang Cintakami & Ryanhasanin

Siapa sih yang nggak kenal sama Sherly?  Sudah cantik, sexy, dan tajir pula. Namun, siapa sangka juga ‘kesempurnaan’ Sherly ini, justru dimanfaatin doang sama pacar-pacarnya yang matre. Makanya selama ia cuti kuliah, Sherly dan Tika—sahabatnya, berniat untuk menyamar menjadi seorang cewek yang biasa-biasa saja. Ya, Sherly yakin, di luar sana masih banyak cowok baik-baik yang bisa menerima ia ‘apa adanya’ bukan karena ia ‘ada apanya’. Sherly dan Tika juga berniat ngekos disebuah kos-kosan biasa, bukan kos-kosan yang mewah dengan fasilitas super lengkap. Dan sebagai sumber penghasilan untuk kehidupan sehari-harinya, Sherly nggak mau menggunakan fasilitas mewah yang dimilikinya. Tapi berusaha mandiri mengandalkan kerja kerasnya sendiri.
Sampai Sherly mempunyai ide untuk berjualan dodol kurma sabagai usahanya. Mengingat sebentar lagi puasa, pasti banyak orang yang mencari makanan manis-manis untuk menu berbuka puasanya. Apalagi kurma adalah salah satu sunnah yang dianjurkan oleh Nabi, makin mantap deh keyakinan Sherly untuk berjualan dodol kurma.
Masalahnya, Sherly kan nggak bisa bikin dodol kurma. Apalagi si Tika, yang bisanya cuman makan dodolnya doang. Tapi, ada untungnya juga si Tika ini suka makan dodol. Sherly jadi tahu deh sama siapa ia harus belajar membuat dodol. Dikotak dodol yang sudah kosong, karena semua isinya sudah dilahap Tika, Sherly membaca sebuah tulisan yang bunyinya seperti ini; ‘Dodol Asli cap Babeh Rojali. Jln. Batu Ampar 1, Condet. Jakarta Timur’. Sherly dengan senang hati langsung menyeret Tika untuk segera pergi menuju alamat tersebut.
Lalu, ketemulah Sherly dengan Babeh Rojali. Nah, babeh Rojali ini adalah generasi ke-lima dari keluarga yang sudah turun menurun membuat dodol. Dan berkat ide inovasinya sendiri, dodol babeh Rojali mempunyai banyak varian rasanya; mulai dari rasa duren, coklat—almond, apel, strowberry, bahkan kurma. Pas banget nih, Sherly dan Tika langsung meminta Babeh Rojali mau mengajarinya bikin dodol kurma. Sayangnya, Babeh Rojali menolak, soalnya ini tradisi yang sudah diwariskan secara turun-menurun. Selain anaknya, atau saudaranya, tradisi ini nggak boleh berpindah tangan ke orang lain. Tapi Babeh Rojali nggak melarang Sherly untuk menjadi penjual dodolnya. Sherly dan Tika pun mengangguk tanda mereka setuju dan sepakat mulai berjualan besok di hari pertama puasa.
Sebagai tempat berjualannya, Sherly dan Tika memilih untuk menyewa sebuah tenda di pasar kaget/bedug di ujung jalan di dekat kos-kosannya. Namun di hari pertama mereka berjualan, nggak ada satupun dodol yang laku terjual. Sherly akhirnya sadar, mencari uang sendiri itu susah banget dan ia bersyukur terlahir di keluarga yang cukup berada. Besok siangnya, Sherly dan Tika mampir lagi ke rumah Babeh Rojali untuk menukar dodol yang kemarin dengan dodol yang baru. Ya, Sherly nggak mau pembelinya nanti memakan dodol lama yang kualitasnya mulai turun. Mendengar alasan Sherly, Babeh Rojali tertawa terbahak-bahak, ia memberitahu bahwa dodolnya ini mampu bertahan lama—bahkan selama satu bulan pun dodolnya masih bagus. Sherly yang mendengar betapa berkalitasnya dodol Babeh Rojali cuman bisa melongo takjub. Dan setelah mendengar keluh kesah penjualnya yang satu ini, Babeh Rojali berniat membantu Sherly dan Tika dengan mengirimkan anaknya yang bernama Efran untuk membantu keduanya berjualan dodol. Dan betapa kagetnya Sherly dan Tika, ketika mereka melihat munculnya sosok Efran. Sherly dan Tika nggak menyangka kalau Babeh Rojali yang tampangnya kayak ikan pesut itu punya anak cowok yang tampan rupawan. Bahkan, Tika yang sudah terbiasa lihat cowok tampan—juga tak kuasa menahan mulutnya untuk terbuka lebar. Untungnya, Sherly mengingatkan Tika dengan menyenggol bahunya.
Sorenya, Sherly, Tika dan Efran mulai berjualan lagi. Dan benar saja, setelah kedatangan Efran untuk membantu mereka berjualan, dodol kurma Sherly dan Tika jadi banyak yang beli. Sherly pun jadi senang, begitu juga dengan Efran yang senang melihat semangat Sherly dan Tika yang nggak mudah pantang menyerah. Dan mereka bertigapun merayakan kesuksesan jualan dodol hari ini dengan makan bakso di pinggir jalan.
Lama-lama aksi samar-menyamar Sherly, akhirnya terbongkar juga oleh Gading, calon tunangan Sherly yang dijodohkan oleh bokap dan nyokapnya. Gading yang jelas-jelas cemburu karena disitu ada Efran langsung mengajak Sherly pulang. Tapi Sherly nggak mau pulang. Toh, dia disana lagi jualan dodol bersama Tika dan Efran. Lalu, terjadilah keributan. Gading yang emosi, mulai sedikit kasar terhadap Sherly. Nggak tahan melihat Gading yang beraninya cuman sama cewek, Efran mau-nggak-mau jadi ikut mencampuri urusan mereka berdua juga (yang sebenarnya bukan urusan Efran). Keributan antar lelaki pun nggak bisa dihindari lagi, untungnya pasar lagi ramai-ramainya, dan beberapa tukang parkir pada akhirnya berhasil melerai Efran dan Gading. Besoknya, Bokap Sherly telepon. Ia langsung menanyakan apa yang sebenarnya terjadi? Sherly yang sudah tahu; Pasti Gading yang bocorin rahasianya kepada bokapnya. Akhirnya menjelaskan semuanya dari awal lagi. Setelah mendengar alasan Sherly, Bokap Sherly sebenarnya cukup bangga melihat tingkah anaknya yang mulai belajar mandiri. Tapi, semua itu balik-balik ke Gading, Bokapnya tetap ngotot dia bisa tunangan sama Gading.
Sherly yang jadi galau, untuk sementara nggak mau jualan dodol lagi. Eh, bukannya ikut merasakan kegalauan sahabatnya, Tika malah mengambil kesempatan untuk mendekati Efran. Ya, Tika ini diam-diam naksir sama Efran. Tapi sayangnya, harapan Tika untuk mendekati Efran musnah, setelah ia mendengar cerita Efran kalau ia sebenarnya suka sama Sherly. Karena takut kehilangan Sherly, Efran meminta Tika untuk membantunya. Dasar Tika, ia mau bantu asal ia ditraktir pizza dulu sama Efran. Dan demi Sherly, Efran mau ngelakuin apa saja, termasuk traktir si sahabatnya yang rakus ini.
            Efran yang lagi mentraktir Tika pizza. Nggak sengaja matanya melihat sesosok cowok yang rasa begitu familiar dipikirannya. Benar saja, ia melihat Gading yang kebetulan juga lagi makan disana. Tapi anehnya, Gading disana nggak sendirian. Ia bersama seorang cewek yang daritadi digandengnya dengan mesra. Melihat ada kesempatan untuk membongkar kedok Gading yang sebenarnya, Efran memiliki sebuah rencana. Lalu, ia menyuruh Tika untuk menghampiri Gading. Dan sesuai dugaannya, melihat Tika yang tiba-tiba muncul Gading jadi kaget dan salah tingkah, seketika matanya mencari sosok Sherly. Tapi, untungnya nggak ada, mulut playboynya mulai berbicara bohong. Ia menjelaskan kalau cewek yang lagi bersamanya cuman temennya biasa. Tapi nyatanya, si cewek itu mendengar. Dan saat itu juga, cewek tersebut minta putus. Merasa ia masih punya Sherly, dengan gampang ia mencampakan cewek tersebut. Untungnya Efran cerdas, semua kejadian itu telah direkamnya melalui hapenya.
            Esoknya, rekaman tersebut berhasil ditunjukan kepada Sherly dan bokapnya. Betapa kagetnya mereka melihat Gading yang selama ini ternyata seorang playboy. Tapi, bukti rekaman itu nggak cukup buat Efran untuk mendapatkan hati Sherly. Toh, selama ini ia juga belum ngomong ke Sherly. Lalu, dengan berani Efran menembak Sherly di depan bokapnya. Eh, ternyata Sherly juga diam-diam naksir sama Efran. Tapi lagi-lagi Bokap sherly nggak setuju, ia nggak mau anaknya punya pacar yang nggak jelas asal-usulnya apalagi selama ini Efran cuman dikenalnya sebagai anak penjual dodol. Sementara itu, Efran hanya tersenyum dengan sanggahan bokapnya Sherly. Lalu, ia menjelaskan bahwa selama ini ia adalah seorang sarjana ekonomi yang sekarang lagi melanjutkan kuliahnya di program magister manajemen. Mendengar ucapan Efran tadi, Bokap Sherly takjub, ternyata masih ada anak muda jaman sekarang yang rela kuliah sambil bekerja—meneruskan bisnis yang sudah turun menurun yang diwariskan dari ayahnya.

Selesai.

Tanggerang Selatan, 18 Juni 2014
Rindu Rindang Cintakami & Riyan Hasanin


Terimakasih Tuhan Atas Segalanya

SEGEROBAK CINTA DI TOKO BANGUNAN

Sinopsis
FTV SCTV
Cerita: Setya Rahmah
Skenario: Rindu Rindang Cintakami

SEGEROBAK CINTA DI TOKO BANGUNAN
By: Rindu Rindang Cintakami & Setya Rahmah

Melati senang bukan main, sebentar lagi ia akan mendapat warisan show room mobil dari sang Opa. Namun, Melati harus menelan kenyataan pahit bukan sebuah show room yang ia dapat, melainkan hanya sebuah ‘TOKO BANGUNAN’ yang sangat jauh dari kata mewah. Melati sangat kesal dan kecewa, Melati kemudian menjual toko bangunan tersebut kepada seorang bernama Dirga. Setelah menyerahkan sertifikat kepemilikan toko dan menerima uang dari Dirga, Melati langsung pergi ke mall, ia belanja barang-barang branded dan mentraktir semua teman-temannya di restoran mahal. Papa Melati marah, saat tahu toko bangunan kesayangan Opa telah dijual Melati. Papa meminta agar Melati segera membeli kembali toko bangunan peninggalan Opanya, namun Melati tak memerdulikan ucapan Papanya. “Ya, gimana lagi Pa. Sekarang kan tokonya, udah Melati jual, Opa di alam sana, pasti setuju-setuju aja kok. Percaya sama Melati.” Habis itu, dua malam berturut-turut, Melati bermimpi bertemu Opa. Dalam mimpinya yang kedua, Opa marah pada Melati, ia terus meminta toko bangunan itu kembali.
Melati benar-benar ketakutan dan merasa bersalah. Melati menemui Dirga, untuk membeli kembali toko bangunan peninggalan Opa. Dirga menjelaskan, toko itu bukan miliknya. Dirga hanya menjalankan perintah dari bosnya, untuk membeli dan menjaga toko bangunan itu. Melati tidak percaya, menurutnya, Dirga hanya mencari-cari alasan untuk mengelabuinya, agar ia tidak bisa mendapatkan kembali toko bangunan itu. Melati yang kesal tiba-tiba saja menendang lemari kayu yang ada di depannya, Melati tidak sadar, bahwa lemari itu telah rapuh. Dirga yang melihat kejadian itu segera menyelamatkan Melati dengan mendorong Melati ke arah lain. Melati selamat. Dirga tidak sempat menghindar dan tertimpa lemari kayu, hingga ia jatuh pingsan. Melati panik, membawa Dirga kerumah sakit.
Dirga mengalami patah tulang di bagian bahu dan lengan. Melati yang merasa bersalah, menyarankan Dirga untuk mengambil cuti dan istirahat. Dirga memikirkan nasib keponakannya, Fika. Jika ia tidak bekerja, bagaimana dengan Fika? hal itu yang membuat Dirga tetap ngotot untuk kembali bekerja. Melati yang khawatir dan merasa berhutang budi pada Dirga, memutuskan untuk menemani dan membantu Dirga bekerja, dengan menjaga toko bangunan dan mengurus Fika selama Dirga sakit.
Beberapa hari ada di toko bangunan, Melati baru menyadari bahwa toko bangunan itu sangat berarti untuknya, karena memiliki banyak kenangan. Dirga ikut merasakan kesedihan Melati, Dirga berjanji akan membantu Melati dengan membujuk bosnya, agar mau menjual kembali toko bangunan tersebut. Dirga merasakan ketulusan hati Melati, dalam membantunya bekerja dan mengurus Fika, lambat laun ia jatuh cinta pada Melati. Sherly teman baik Dirga, cemburu saat melihat Dirga dekat dengan perempuan lain selain dirinya. Demi merebut perhatian Dirga, Sherly ikut-ikutan menjaga toko bangunan dan mengurus Fika. Kedatangan Sherly justru membuat keadaan semakin runyam. Melati dan Sherly selalu berebut ingin membantu Dirga, seperti saat keduanya berebut mengambilkan cat tembok yang berakhir tumpah membuat badan mereka penuh cat.
Keadaan semakin rumit, Robby, bos Dirga, berencana akan menjual toko bangunan itu kepada orang lain. Karena dianggap antik dan unik ada pengusaha asing yang tertarik membelinya dengan harga tinggi. Dirga dan Melati melakukan berbagai cara untuk mengagalkan usaha Robby untuk menjual toko itu. Pertama, mereka ngarang cerita serem tentang sejarah toko bangunan itu dan kemudian menceritakan pada si calon pembeli pertama. Belum apa-apa pembeli pertama langsung ngibrit dan tidak jadi membeli. Kedua, mereka membuat toko itu berantakan dan kotor, sama halnya dengan pembeli pertama, calon pembeli kedua tidak jadi membeli, karena jijik dengan keadaan toko. Rencana mereka untuk menggagalkan penjualan itu, berhasil.
Namun, Robby tetap tidak mau menjual toko bangunan itu pada Melati, Robby malah berencana untuk menghancurkan toko itu dan akan membangun supermarket. Bukan hanya itu, Robby juga memecat Dirga karena dianggap tidak becus bekerja. Sherly menyalahkan Melati sebagai penyebab malapetaka ini, ia minta Melati menjauh dari Dirga. Melati benar-benar merasa bersalah, pada mendiang Opanya dan Dirga. Ucapan Sherly memang ada benarnya, ia hanya membawa sial untuk Dirga.
Dirga kebingungan, kenapa sikap Melati berubah padanya. Dirga bertanya-tanya,  Apa mungkin ini karena, ia gagal membantu Melati mendapatkan toko bangunannya? sudah berkali-kali Dirga coba menghubungi Melati tetapi, Melati tidak pernah sekalipun menjawab telepon atau sekedar membalas sms-nya. Melati menangis sambil memandangi handphone-nya, yang  terus berbunyi. Disaat hubungan Melati dan Dirga merenggang, Sherly mengambil simpatinya, dengan mengurus Fika. Sherly yang sebenarnya tidak menyukai anak-anak, dengan terpaksa melakukan hal itu, demi untuk menarik perhatian Dirga.
Pokoknya Fika ngga mau makan, kalo bukan Tante Melati yang nyuapin!!” Sherly tidak bisa menahan emosinya! “Kalo kamu nggak mau makan, tante jewer nanti! Tante udah suruh Tante Melati jauhin Om kamu, jadi dia ngga akan pernah balik lagi kesini! Ngerti kamu!” Dirga yang tak sengaja mendengar hal tersebut, marah pada Sherly. Dirga meminta Sherly untuk jangan pernah datang kerumahnya lagi!
Beberapa jam lagi toko bangunan peninggalan Opa Melati, akan segera dihancurkan oleh Robby. Melati tak bisa berbuat apa-apa lagi. Melati datang ke toko itu, ingin melihat toko peninggalan Opanya untuk terakhir kalinya. Melati melihat Dirga sedang berdiri tegak berusaha menghalangi buldozer. Melati coba mencegah Dirga. Dirga yakin, buldozer itu nggak akan menabraknya. Melati malah ikut-ikutan nekat! Melihat pemandangan tersebut Robby tersenyum sinis, ia malah semakin berani untuk menjalankan buldozernya!
Saat buldozer mendekat, Melati berteriak “Gue sayang sama lo, Dirga!” Dirga tersenyum tegang dan membalas “Gue juga sayang sama lo, Melati!!” tiba-tiba Papa Melati muncul dan menghentikan penghancuran toko. Papa mengatakan pada Robby bahwa, ia tidak bisa menghancurkan toko bangunan itu, karena sertifikat kepemilikan toko yang asli ada ditangan Papa Melati. Papa sengaja memberikan sertifikat palsu pada Melati, karena Papa tahu Melati pasti akan menjual toko bangunannya. Setelah Papa mengembalikan uang Robby, toko bangunan itu tidak jadi dihancurkan.
Melati senang toko peninggalan Opanya, tidak jadi dihancurkan. Saking senangnya, Melati refleks memeluk Dirga. Dirga terkejut tapi kemudian membalas pelukan Melati. Papa kemudian mengajak Melati dan Dirga ke sebuah show room mobil mewah, Papa mengatakan pada Melati. Bahwa show room itu adalah milik Melati, yang diberikan oleh Opanya. Selama ini Papa sengaja melakukan hal tersebut. Papa ingin Melati bisa belajar menghargai pemberian orang lain. Melati sudah kadung jatuh cinta pada Toko Bangunan, tak bisa meninggalkan. Karena di situ ada segerobak cinta, cinta Melati dan Dirga.

Selesai.

Tangerang Selatan, 18 Juni 2014
Rindu Rindang Cintakami & Setya Rahmah


Terimakasih Tuhan Atas Segalanya

Selasa, 24 Juni 2014

DARI IKAN CUPANG TURUN KE HATI



SINOPSIS FTV SCTV

DARI IKAN CUPANG TURUN KE HATI
By: Rindu Rindang Cintakami & Feby Andriawan

Pak Randi yang biasa jualan ikan cupang itu lagi sakit-sakitan. Sebagai anak yang paling tua dan kebetulan lagi nganggur, Marisa memutuskan untuk menggantikan ayahnya itu menjadi penjual ikan cupang. Marisa enggak bisa tergantung sama ibunya yang cuman bekerja sebagai pembantu rumah tangga mengingat masih ada kedua adiknya yang masih kecil, satunya masih SD dan yang satunya baru masuk SMP. Jadilah Marisa penjual ikan cupang yang paling cantik dan manis di Jalan Peta, Bandung. Sementara itu, sahabat baik Marisa, Joni, enggak tega melihat Marisa jualan ikan cupang panas-panasan gitu. Joni yang bisa membuat website itu pun langsung menawarkan ke Marisa untuk menjual ikan cupangnya melalui online saja. Marisa sih setuju, tapi dia tetap memutuskan untuk jualan via offline juga, bukankah bagus kalau jualan ikan cupangnya secara dua arah, offline dan online? Joni enggak bisa berbuat banyak lagi. Akhirnya, Joni dan Marisa berbagi tugas. Marisa tetap jualan di jalan Peta, sedangkan Joni memantau pesanan via online.

Baru seminggu jualan, ikan cupang yang dijual Marisa dan Joni laris manis. Apalagi, harga jualan ikan cupang via online yang bisa mencapai 50 ribu per ekor membuat pundi-pundi uang Marisa semakin banyak. Semakin ramai pembeli, tentu saja semakin banyak cowok juga yang mendekati Marisa. Bahkan, sampai ada bapak-bapak genit yang mau memborong semua ikan cupangnya asalkan Marisa jadi istri keduanya. Tentu saja Marisa menolak. Yah, namanya juga dagang, hal seperti itu sudah biasa.

Ketenaran Marisa sebagai penjual ikan cupang itu sampai di telinga Fandi. Fandi adalah seseorang yang sangat tahu kualitas seekor ikan cupang karena dia sering menang kontes ikan cupang. Pada suatu hari, Fandi mengajak pacarnya yang cerewet bernama Nia untuk melihat ikan cupang Marisa yang desas-desusnya berkualitas wahid. Setelah sampai disana, Fandi melihat satu-satu ikan cupang yang ada di dalam toples. Marisa sih cuman senyum-senyum aja seperti biasanya. “Hmm, parah. Kualitas disini ternyata gak sebagus apa yang dikatakan orang-orang!” tegas Fandi. Marisa yang mendengar itu langsung marah ke Fandi, “Ya udah, kalo kamu tidak suka sama ikan cupang saya, kamu beli aja tuh ikan cupang di penjual lain. jangan cuman bisanya menghina aja kamu!”

Fandi yang enggak suka dengan respon Marisa langsung cabut bareng Nia. Sepanjang perjalanan, Fandi terus mengutarakan kebenciannya itu ke Nia sampai-sampai telinga Nia panas. Mulai detik ini, Fandi menyatakan perang dengan Marisa. Fandi yang awalnya melihara ikan cupang cuman untuk dikoleksi dan diikutsertakan dalam kontes itu pun memutuskan untuk jadi penjual ikan cupang juga. Niat Fandi tentu saja dilarang Nia. Tapi, tekat Fandi udah bulat. Dia mau jadi penjual ikan cupang juga di jalan Peta dan ngasih pelajaran ke Marisa.

Marisa kaget dong tiba-tiba Fandi jualan ikan cupang juga tepat di sebelahnya. Memang sih, kelihatannya ikan cupang Fandi bagus-bagus, semua jenis ikan cupang ada disana. Namun, Marisa enggak mau down gitu aja. Biar bagaimana pun dia senior disana dan pasti pelanggannya enggak bakal kabur deh, pikir Marisa. Satu, dua, tiga pelanggan ikan cupang Marisa berdatangan. Marisa senang karena mereka masih mau lihat-lihat ikan cupangnya. Akan tetapi, beberapa detik kemudian, para pelanggan Marisa itu berpaling ke stand-nya Fandi. Marisa mulai bete. Apalagi, setelah itu para pelanggan Marisa membeli ikan cupang di tempat Fandi. Makin memuncaklah emosi Marisa.

Marisa lalu curhat ke Joni tentang masalah persaingannya dengan Fandi itu. Saran Joni sih biar mereka berdua damai aja, kan bagus juga kalau Marisa dekat dengan Fandi. Dengan begitu, Marisa bisa memperbaiki kualitas ikan cupangnya. Tapi, Marisa gengsi. Di kamusnya, enggak ada acara damai dengan Fandi. Di sisi lain, status baru Fandi yang dari seorang wiraswasta menjadi penjual ikan cupang membuat Nia malu. Dia enggak kuat karena jadi bahan olok-olokan temannya karena punya pacar penjual ikan cupang. Akhirnya, Nia selingkuh.

Berbeda dari perselingkuhan pada umumnya, Nia justru menunjukkan ke Fandi kalau dia tuh sekarang punya pacar baru. Maksudnya sih untuk membuat Fandi cemburu, terus memohon untuk balik lagi. Nah, itulah yang buat Nia akhirnya bisa buat Fandi berhenti jadi penjual ikan cupang. Namun, bukannya ngajak balikan, Fandi malah cuek dan bilang putus ke Nia. Nia manyun dan menyusul Fandi untuk menjelaskan kalau dia enggak beneran, tapi tetap aja Fandi ngeloyor pergi ninggalin Nia.

Kabar putusnya Fandi dan Nia, membuat kesal orangtua Fandi. Gimana enggak, orangtua Fandi tuh ngebet banget gendong cucu. Kalau Fandi putus terus dan lama dapat pacar lagi, kapan dong Fandi nikahnya. Fandi yang enggak enak sama ortunya itu pun langsung berfikir keras. Hari demi hari dilalui Fandi dengan ngegebet beberapa cewek, tapi enggak ada satu pun cewek yang digebetnya suka sama profesinya sebagai penjual ikan cupang. Fandi bahkan sempat kepikiran untuk kembali berwiraswasta, toh dia udah cukup puas karena Marisa udah kalah. Namun, pada suatu hari, Joni datang membawa informasi kalau ayah Marisa masuk rumah sakit. Marisa pun bingung karena enggak ada biaya untuk bayar rumah sakit. Hal itu membuat Fandi jadi memikirkan sesuatu yang bagus untuk dirinya dan Marisa.

Fandi membuat kerjasama dengan Marisa kalau semua biaya rumah sakit dan pengobatan ayah Marisa, semua Fandi yang bayar asalkan Marisa mau jadi pacar bohong-bohongan Fandi. Di luar dugaan, Marisa enggak langsung menyetujuinya. Marisa mau, kalau Fandi juga ngajarin dia untuk bisa menghasilkan ikan cupang yang bagus. Fandi setuju. Bahkan, Fandi juga akan jadi penyuplai ikan cupang ke Marisa dengan kesepakatan bagi hasil. Deal. Ini adalah kesepakatan berlipat bagi Marisa yang enggak mungkin bisa ditolak. Sejak saat itulah, Fandi dan Marisa semakin dekat, sampai-sampai Marisa dikenalkan ke orangtua Fandi agar akting mereka semakin meyakinkan. Setiap hari, Fandi menyuplai ikan cupang miliknya serta mengajari Marisa bagaimana merawat ikan cupang yang baik.

Kedekatan Fandi dan Marisa itu akhirnya tercium oleh Nia. Enggak mau Fandi direbut oleh Marisa, Nia membayar dua orang untuk memasukkan racun ke dalam toples ikan cupang Marisa. Tapi, enggak semuanya, Nia cuman mau toples ikan cupang yang disuplai oleh Fandi. Rencana pun dijalankan. Racun itu sukses dimasukkan diam-diam dan ikan cupang pun mati.

Marisa yang kaget ikan cupang yang disuplai Fandi pada mati, langsung memutuskan untuk menemui Fandi. Marisa ngomel-ngomel ke Fandi karena menganggap Fandi nyuplai ikan yang enggak sehat. Marisa pun langsung membatalkan kerjasama. Marisa juga janji bakal ngebalikkin semua biaya pengobatan ayahnya ke Fandi. Mendengar itu, Fandi jadi galau. Bukan masalah kerjasamanya, tapi masalah hati. Iya, diam-diam Fandi mulai suka sama Marisa. Fandi yakin, kalau ada yang mensabotase sehingga ikan cupang yang disuplainya pada mati.

Besoknya, Fandi datang menemui Marisa. Dia menjelaskan ke Marisa tentang masalah sabotase itu, tapi Marisa enggak percaya sama Fandi. Beruntungnya, Joni kemudian datang dan mengamini ucapan Fandi. Ternyata, dari kejauhan, Joni melihat ada seorang cewek bersama dua orang pria lalu kedua pria tersebut datang ke stand Marisa yang saat itu lagi kosong. Joni yakin, kalau merekalah yang melakukan itu. Marisa jadi bingung. Namun, Fandi yang tahu kalau semua pasti ulah Nia, meyakinkan Marisa untuk percaya sama dia. Marisa pun akhirnya percaya apa yang dikatakan Fandi.

Fandi lalu bertemu Nia, memintanya untuk enggak mengerjai Marisa lagi. Nia kemudian meminta maaf ke Fandi, dia cuman mau balikan lagi sama Fandi. Tapi, Fandi menolak dan meinggalkan Nia. Setelah itu, hubungan Fandi dan Marisa semakin intens. Marisa juga mulai suka dan cinta sama Fandi. Tapi, kacaunya ortu Fandi enggak suka dengan Marisa yang cuman penjual ikan cupang. Mereka gengsi kalau harus punya menantu seperti itu. Fandi yang merasa kecewa sama ortunya memutuskan untuk kabur dari rumah. Ortu Fandi pun panik. Mereka lalu menemui Marisa, bertanya dimana Fandi. Tapi sayang, Marisa enggak tahu dimana Fandi. Hapenya juga enggak aktif lagi. Marisa mendadak panik. Bersama Joni, Marisa pergi mencari Fandi keliling Bandung. Hasilnya nihil.

Suatu hari, tiba-tiba Marisa mendapat kabar dari teman sesama penjual ikan cupang kalau Fandi kecelakaan dan masuk rumah sakit. Dokter yang memeriksa Fandi kemudian mengumumkan kalau Fandi kekurangan darah yang cukup banyak. Berhubung golongan darah Marisa sama dengan Fandi, Marisa langsung memutuskan untuk menyumbangkan darahnya untuk Fandi. Setelah itu, Marisa disuruh menunggu dan enggak lama kemudian ortu Fandi dating. Enggak lama kemudian, Fandi tiba-tiba keluar dalam keadaan sehat. Fandi menjelaskan, kalau semua itu cuman akting. Dokternya pun adalah temannya. Fandi yang enggak tau lagi harus ngapain untuk meyakinkan orangtua-nya, terpaksa melakukan semua ini. Fandi ingin menunjukkan kepada orangtuanya, kalau Marisa tulus mencintainya. Niat Marisa yang menyumbangkan darahnya tanpa pikir panjang lagi yang pada akhirnya meluluhkan hati kedua orang tua Fandi. Fandi pun akhirnya melamar Marisa, si penjual ikan cupang.

Selesai.                                                                                        

Tangerang Selatan, 9 April 2014
Rindu Rindang Cintakami
Feby Andriawan

Terimakasih Tuhan Atas Segalanya